DIUNDANG MENJADI PEMBICARA DI WEBINAR KEPALA SEKOLAH SE-ASIA

 



Pada bulan April lalu, ketika pandemi baru saja meyerang semua negara di dunia dan semua penduduk sedang menikmati lockdown, saya  mendapat pesan di akun LinkedIn dari seseorang di India yang bernama Adisti.  Isi pesannya adalah sebagai berikut : 

Blub World invites you as a speaker at the Blub World Web Talks, to share your thoughts on the topic, ‘No Lockdowns On Learning’. You will be speaking to principals from all across the world, 125+ have already participated. Share your mobile number & email id to receive the invite.

Karena tertarik dengan pesannya bahwa saya akan berbicara di depan kepala sekolah di seluruh dunia, akhirnya saya memberikan nomor WA saya ke Aditi.  Kami berkomunikasi via WA dan pada 30 April 2020, jadilah saya diundang via zoom untuk berbicara tentang ide saya bagaimana memaksimalkan pembelajaran di waktu lockdown ini.  

Pada hari-H, saya merasa bangga dan kagum bisa sharing ide dengan 30 kepala sekolah se-Asia.  Sebagian besar berasal dari India dan Pakistan karena Blub World berlokasi di India.  Saya adalah satu-satunya Direktur sekolah dari Indonesia yang mendapat kesempatan untuk berbagi pengalaman dengan mereka.  

Sangat kagum dan terharu mendengar sharing mereka.  Ada beberapa sekolah yang letaknya terpencil, di daerah pegunungan dan tidak terjangkau oleh akses internet.  Para guru (sama seperti guru-guru di Indonesia), meminta murid untuk datang ke sekolah secara berkala mengambil lembar kerja dan karena murid mereka dari kalangan tidak mampu, akhirnya mereka meminta para murid belajar bangun ruang dengan memanfaatkan panci, gelas, dan peralatan dapur lainnya.  Karena para murid ada yang susah mendapat akses internet, mereka merekam video atau menggambar di kertas kerja dan dengan menempuh perjalanan yang cukup jauh, mengantarkan hasil kerja mereka ke sekolah.  Ada juga sekolah yang terletak di kota New Delhi dan sudah memiliki peralatan teknologi yang canggih dan mengadakan live chat dengan siswa.  Kesulitan yang mereka hadapi sama seperti yang kita hadapi juga, akses internet dan persiapan materi pembelajaran yang kreatif dan tidak membutuhkan waktu yang lama bagi siswa untuk berada di depan gadget. 

Saya sharing ide  untuk pelajaran Art, yaitu guru membuat video tari daerah dengan memakai kostum tari dan meminta siswa untuk membuat video sesuai dengan koreografi yang guru peragakan.  Saya juga mengutip ide Guided Reading, yaitu membacakan dongeng sebelum tidur dari si kakak yang sudah duduk di bangku sekolah dasar kepada si adik yang masih balita dan belum bersekolah.  Kemudian kegiatan siswa tersebut akan dicatat di jurnal Guided Reading dan harus membacakan dongeng yang berbeda setiap hari.  Hal ini sangat berguna dan memotivasi siswa untuk mencintai buku.  Saya mendapat testimoni dari orangtua murid bahwa anaknya setiap hari membaca buku bahkan sampai 2 - 3 buku setiap harinya.  

Ide saya tersebut kemudian diposting di web Blub World dengan nama dan jabatan saya tertera di sana.  Sungguh momen yang sangat berharga dan sangat bermanfaat bagi kita semua.  Semoga saya mendapat kesempatan seperti ini lagi di lain waktu.


#Day22AISEIWritingchallenge

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "DIUNDANG MENJADI PEMBICARA DI WEBINAR KEPALA SEKOLAH SE-ASIA "