Pada saat bekerja, mungkin kita pernah menemui pimpinan yang toxic, kalau kata anak muda zaman sekarang bilang. Toxic alias beracun alias meresahkan lingkungan. Sebenarnya seperti apa pemimpin yang toxic itu? Apakah mungkin kita termasuk pemimpin yang toxic?
Menurut beberapa artikel yang saya googling, bos yang toxic adalah bos yang control freak, tukang bully, suka mengatur, manipulatif, tidak berempati, tidak fleksibel, diskriminatif, dan tidak disiplin. Bisanya hanya mengkritik bawahan tetapi tidak berkaca kepada dirinya sendiri.
Jika ada boss yang seperti itu, bagaimana kita mengatasi hal ini? Karena tidak mungkin pekerja resign hanya karena berhadapan dengan boss seperti itu. Tidak perlu resah dan gelisah, hadapi saja dengan tenang. Tidak perlu emosional menghadapi orang seperti. Pahamilah perilakunya dan fokus saja terhadap pekerjaan yang ada. Jika Anda mengerjakan pekerjaan dengan baik dan tidak terlalu memikirkan perilakunya terhadap Anda, saya yakin lama kelamaan boss seperti akan bosan dan mampu menghargai pekerjaan Anda.
Dan bagaimana jika kita sendiri sebagai seorang pemimpin ternyata termasuk boss yang toxic ? Introspeksi diri dan berusaha mencari ketenangan diri. Karena boss yang toxic sebenarnya adalah boss yang insecure dan tidak percaya diri. Temukan alasan mengapa kita merasa insecure. Apakah karena ada trauma masa lalu? Atau karena memang kita dididik menjadi seseorang yang susah percaya dengan orang lain? Jika memang membutuhkan pertolongan, konsultasikanlah dengan ahlinya. Karena boss yang toxic tidak hanya akan dijauhi oleh bawahan, tetapi juga dijauhi oleh orang-orang di sekitarnya.
#Day23NovAISEIWritingchallenge

Klo atasan gak bu. Tp ada rekan yg toxic..
ReplyDelete