TOXIC PARENTS PART 1

 


Cerita ini adalah cuplikan dari kisah Fira, seorang ibu tunggal dengan 3 orang anak yang tinggal di rumah orangtuanya.  Diangkat dari kisah nyata.

"Fira, kamu gimana, sih?  Gaji cuma segitu, mana cukup buat bayar keperluan belanja bulanan di rumah ini?  Untuk biaya sekolah anak-anakmu saja nggak cukup, "gerutu Ibu suatu pagi di hari Minggu.  Seperti biasa, jika Fira sedang libur bekerja, Ibu mengeluhkan semua permasalahan hidupnya di depan Fira.

"Alhamdulillah saja, Bu.  Fira masih bisa bekerja.  Banyak orang lain yang saat ini tidak bekerja karena di PHK.  Untuk belanja bulanan, in syaa Allah akan Fira usahakan.  Ibu jangan khawatir."kata Fira menenangkan.  Padahal ia sendiri belum memiliki penghasilan tambahan di luar pekerjaannya sebagai staff administrasi di sebuah pabrik komestik ternama.  Gajinya yang pas UMR hanya cukup untuk membayar uang sekolah Rafa di TK, uang saku Ananda dan Adinda di sekolah serta transportasinya menuju ke tempat kerja.  

"Jangan khawatir gimana, Fira?!  Ya jelas Ibu khawatir, dong! Sejak anak-anakmu lahir, yang mengurus dan membiayai semuanya Ibu dan Ayah.  Bahkan biaya persalinanmu saja, mantan suamimu tidak sanggup membayar!  Sampai saat ini pun mantan suamimu hanya mengirimkan 1 juta per bulan untuk bantu-bantu membayar uang sekolah.  Mana cukup, Fira?  Ibu ini sudah tua.  Sudah tidak bisa lagi kamu andalkan untuk membiayaimu dan anak-anakmu!  Coba kamu fikir, dong..Anak itu tidak minta dilahirkan.  Tapi kamu yang memilih untuk melahirkan dan memiliki anak-anakmu.  Akhirnya sekarang menyusahkan, bukan? Coba kalau dulu kamu nggak punya anak, kamu pasti bisa hidup mandiri meskipun tanpa suami dan bisa membiayai hidupmu dan orangtuamu."

"Astaghfirullah, Bu.  Ibu nyebut, dong. Anak-anak itu adalah harta yang paling berharga di dunia ini.  Alhamdulillah Fira bisa memiliki anak.  Banyak orang tidak bisa punya anak.  Ada suatu kisah dari seorang sahabat Rasulullah, Bu.  Fira dengar ketika pengajian.  Ada seorang ibu yang sudah meninggal.  Ketika di syurga sana, kedudukan Beliau hanya di level 1, tapi dengan adanya doa dari anak yang sholeh, perlahan-lahan sang Ibu menaiki tangga demi tangga di syurga.  Harta tak dibawa mati, Bu.  Tapi doa anak yang sholeh akan selalu mendoakan kita.  Doakan saja supaya anak-anak Fira, cucu-cucu Ibu, kelak akan menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah."ucap Fira berlinang airmata. 

Ibu hanya mendengus mendengar perkataan Fira.  Dan berlalu ke dapur untuk menyiapkan makan siang. 


#pikir15menit

#nulis#15menit

#kasihsayang

#Feb16AISEIWritingChallenge

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "TOXIC PARENTS PART 1 "