BAGIMU SAUDARIKU YANG MENCINTAI PRIA BERISTRI




Saudariku yang baik hati,
Di matamu ia terlihat sempurna
Di matamu ia terlihat menggoda
Sikapnya yang berwibawa
Tutur katanya yang lembut dan santun
Perhatiannya melalui sapaan selamat pagi, selamat beraktifitas dan selamat tidur

Saudariku yang budiman,
Setiap hari dirimu menunggu sapaan darinya
Bangun tidur yang kau lirik pertama kali adalah telepon pintarmu
Adakah pesan darinya
Adakah pujian darinya
Penyemangat hidupmu di tengah kesendirianmu

Saudariku yang cantik,
Tidakkah kau menyadari nun jauh di sana, seorang ibu sekaligus seorang istri tengah berjuang
Mengandung 9 bulan dengan susah payah
Meregang nyawa demi melahirkan seorang bayi
Memasak, menyiapkan keperluan anak2 dan suami
Mendidik anak2 yang kadang baik kadang membuat pecah kepala
Menempatkan dirinya sebagai istri, sahabat, adik, ipar, menantu, sepupu di tengah2 orang yang tadinya asing baginya
Beribadah dan berdoa untuk anak2 dan suaminya
Berjuang menuruti keinginan suami
Berusaha menjadi seorang ibu dan istri yang baik

Saudariku,
Tidakkah kau merasakan betapa berat dan sakitnya perjuangan seorang istri?
Masihkah kau merasa dirimu lebih hebat daripada sang istri ketika ia memilihmu menjadi yang kedua
Apa yang kau rasakan pada saat mengandung dan melahirkan seorang bayi?

Saat ini mungkin kau berada di atas angin
Di posisi puncak, merasa lebih cantik, lebih dibutuhkan, lebih diperhatikan olehnya
Tapi apakah kau tak menyadari bahwa suatu saat kau pun akan dicampakkan seperti ia ingin mencampakkan istrinya saat ini?

Saudariku tersayang,
Jadilah seperti ibunda Imam Syafii, yang berhasil mendidik putranya seorang diri sejak suaminya wafat
Jadilah seperti Aisyah istri Nabi, meskipun tidak dikaruniai buah hati, tetapi tetap bersemangat dan bertakwa pada Allahu Ta'ala
Jadilah seperti Maryam ibunda Nabi Isa yang tetap terjaga kesuciannya

Ketahuilah sunnah Rasulullah dibangun atas dasar iman dan takwa, bukan karena perselingkuhan
Jika memang ingin menegakkan syariat, nasehatilah ia untuk kembali menimba ilmu agama dan berjihad untuk keluarganya
Jangan kau menari-nari di bawah hujan air mata penderitaan seorang wanita

Ini kutuliskan atas cintaku kepadamu, wahai Saudariku muslimah

💝 UMMU NUMA💝

Artikel lengkap bisa dibaca di
https://jualgamiscadarjakarta.blogspot.co.id/2017/04/blog-post.html?m=1#more

📲 Gabung Yuk :
💻 FP: https://www.facebook.com/jualhijabdancadarmurah/
https://www.facebook.com/Jual-Gamis-Cadar-Jakarta-1844165065839068/
📱telegram.me/missbellboutique







Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "BAGIMU SAUDARIKU YANG MENCINTAI PRIA BERISTRI"

Post a Comment