Selama pembelajaran jarak jauh
berlangsung, para guru harus super kreatif untuk membuat materi pembelajaran
menjadi lebih menyenangkan. Sejatinya,
pembelajaran jarak jauh adalah pembelajaran tatap muka one-on-one. Meskipun aplikasi video conference yang ada
pun sudah canggih untuk menggabungkan beberapa orang dalam satu pertemuan, tetap
saja siswa menghadapi laptop atau handphone seorang diri, berhadapan dengan
guru. Hal ini adalah salah satu faktor
yang menyebabkan kejenuhan di antara siswa.
Guru-guru di KLIS Primary pun harus
tetap super kreatif menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Beberapa guru pun ada yang memadukan antara
pelajaran bahasa dengan pelajaran seni.
Ms. Dessy adalah salah satunya.
Beliau meminta siswa membuat wajah di atas piring menggunakan berbagai
media, seperti bahan makanan, tali, sendok, garpu, dll. Hal ini menantang siswa untuk membuat wajah
tersebut sekreatif mungkin. Boy, siswa
grade 1, membuat anggota wajah dengan menggunakan sayur-sayuran. Mata terbuat dari wortel, bibir terbuat dari
cabai, telinga terbuat dari kol. Neira,
siswa grade 2, menggunakan tusuk gigi untuk menjadikan rambut di wajah
piringnya. Koin dijadikan hidung dan
karet gelang dijadikan mata. Siswa pun
menjadi sangat kreatif. Mereka pun
diminta menerjemahkan anggota wajah tersebut ke dalam bahasa Sunda.
Ms. Anita sebagai guru science pun
tak kalah kreatifnya. Untuk materi
pemahaman sampah organik dan anorganik, beliau meminta siswa untuk membuat
jurnal harian dari limbah yang mereka temukan.
Contoh, limbah plastik yang merupakan sampah anorganik dan tidak bisa
terurai. Siswa menemukan sampah plastik
dari bungkus snack yang mereka makan dan kantong plastik belanja. Sampah ini memang bisa dibakar, tetapi untuk
menghancurkannya perlu memakan waktu yang sangat lama. Selain agar siswa dapat membedakan jenis
limbah, ms. Anita pun ingin agar siswa lebih mencintai bumi.
Untuk sampah organik, siswa
mengumpulkan kulit buah salak dan kulit kacang yang. Lalu memasukkan ke dalam kategori sampah organik
di jurnal harian mereka. Dengan membuat
jurnal, siswa memahami perbedaan sampah tersebut dan tidak merasa terbebani
dengan tugas menghafal definisi sampah berikut kategori dan contoh-contohnya.
Ustadz Irzal sebagai pengajar
Islamic Studies pun tak kalah kreatif dalam mengajar. Melalui aplikasi zoom, beliau membacakan
cerita komik tentang hal-hal yang membatalkan puasa Ramadhan. Para siswa terlihat antusias, meskipun ada
juga yang belum terlalu memahami materi, tetapi mereka tampak bergembira.

0 Response to "AKTIFITAS HOME LEARNING PEKAN INI : MULAI DARI MEMBACA KOMIK SAMPAI MEMBUAT WAJAH DI ATAS PIRING "
Post a Comment