Saya
sudah bisa membaca tulisan ketika berusia 3 (tiga) tahun dan membaca sebuah
buku yang penuh dengan tulisan di usia 4 (empat) tahun. Anak sulung saya yang kini sudah remaja,
sudah bisa membaca tulisan pada usia 4 (empat) tahun dan membaca sebuah buku di
usia 5 (lima) tahun. Namun anak bungsu
saya membaca tulisan di usia 5 (lima) tahun.
Semakin muda semakin terlambat untuk bisa membaca.
Dulu
ketika saya kecil sampai saya menikah, rumah saya penuh dengan lemari buku. Dan di dalam lemari buku itu pun, banyak
sekali buku-buku fiksi maupun non fiksi yang saya koleksi dan saya baca. Bagi saya, tiada hari tanpa buku. Setiap kali ada buku fiksi terbitan terbaru,
saya langsung pergi ke Gramedia Matraman, tempat favorit saya, untuk berbelanja
buku. Kadang saya bisa menghabiskan
separuh uang jajan saya hanya untuk membeli buku. Buku fiksi favorit saya ketika saya kecil
adalah karangan Enid Blyton seperti Lima Sekawan, Sapta Siaga, Mallory Towers,
Si Kembar dari St. Claire. Ketika saya
remaja, saya cenderung menyukai buku fiksi detektif karangan Agatha Christie
dan S. Mara GD. Untuk penulis fiksi
Indonesia, favorit saya adalah Dewi Dee Lestari, Oka Rusmini, Zara Zettira
ZR. Sampai saat ini saya sangat terkesan
dengan gaya Oka Rusmini yang membahas tentang budaya Bali secara detail dan
sempurna.
Saat
ini ? Kedua anak saya ke mana-mana
selalu membawa gadget. Uang jajan mereka
habis untuk membeli peralatan sepak bola (karena si bungsu suka sepak bola dan
tergabung di klub U-13) dan si sulung hunting make-up. Buku bukan lagi sesuatu yang mereka
lirik. Dulu sebelum saya memberikan
gadget pada si sulung, ia mengoleksi Kecil Kecil Punya Karya. Tapi saat ini ia lebih suka menjadi vlogger
dan selebram Instagram dbanding membaca buku.
Lalu,
bagaimana caranya supaya anak kita mencintai buku ? Berikut saya bagikan beberapa tips yang saya baca
dari beberapa ahli dan tips yang pernah saya lakukan kepada anak-anak saya :
1. Jauhkan
gadget untuk sementara waktu
Hal ini memang tak mudah dilakukan. Tapi efektif untuk membuat anak melakukan
pekerjaan lain selain merenung di depan gadget.
Alihkan anak dengan buku-buku cerita yang menarik dengan visual yang
menarik pula, sehingga ia bisa penasaran terhadap isi buku tersebut.
2. Sediakan
e-book atau buku digital
Sepertinya sesuatu yang mustahil untuk
menjauhkan anak dari gadget. Ayah Bunda
bisa membrowsing e-book dari google dan mencari buku digital yang tepat bagi si
kecil. Untuk kita yang sudah dewasa,
saya biasanya browsing cerita dari WattPad.
3. Sediakan
waktu bagi anak untuk membaca buku
Supaya anak konsisten membaca buku, ada
baiknya Ayah Bunda sediakan waktu bagi mereka untuk membaca buku. Contoh, pada saat weekend setelah berolahraga
dan sarapan pagi atau menjelang tidur.
4. Sediakan
bermacam-macam buku utuk dibaca
Ayah Bunda perlu menyediakan berbagai macam buku
dari genre dan pengarang yang berbeda-beda, supaya anak tidak bosan. Buku ini
bisa dibeli di toko buku atau bisa searching e-book di internet.
Mendidik anak untuk mencintai buku di era gadget ini
memang tidak mudah. Tapia pa salahnya
mencoba, bukan? Ok, selamat mencoba, Ayah
Bunda.


👍
ReplyDeleteThx jempolnya...
DeleteTerima kasih tipsnya.. .
ReplyDeleteCiamik nih tipsnya... Terima kasih!
ReplyDeleteSalam,
Nadiya