MENJADI HOST DI WEBINAR PARENTING : MENJAGA KESEIMBANGAN PSIKOLOGI



            Pada Sabtu, 20 Juni 2020, KLIS Primary mengadakan parenting webinar dengan mengundang ibu Roslina Verauli, seorang psikolog klinis yang khusus menangani remaja dan keluarga.  Aku dipilih menjadi host di acara ini. Acara ini bertema “Menjaga Keseimbangan Psikologi Anak di Masa Pandemi” dan merupakan acara puncak dari sesi Virtual Open House selama 2 (dua) hari berturut-turut yang diadakan oleh KLIS Primary. 
            Sebelum ada pandemi, memang sudah beberapa kali aku terpilih menjadi MC atau moderator di sebuah acara maupun seminar.  Namun untuk menjadi host dan memandu seminar online, baru kali ini kualami. 
Kami memilih aplikasi zoom untuk presentasi Ibu Vera.  Para peserta yang mendaftar ada 44 orang, namun yang menyempatkan hadir di zoom hanya 28 orang.  Aplikasi ini kami pillih karena bisa langsung berhubungan dengan Facebook dan Youtube, sehingga friends Facebook dan subscriber YouTube KLIS Primary dapat menonton tanpa harus membuka zoom.
Ada beberapa persiapan yang kami lakukan sepekan sebelum acara dimulai. Tim marketing membuat iklan tentang webinar parenting dan dishare ke social media KLIS Primary, seperti : Instagram, Facebook, Twitter, LinkedIn, status WA, grup WA dan grup Facebook.  Kami juga membayar iklan dengan cara paid promote di akun-akun IG yang terkenal dan memiliki banyak followers di daerah Bogor.
Peserta yang ingin mengikuti sesi zoom, mendaftarkan diri ke WA KLIS Primary.  Kemudian sehari sebelum acara berlangsung, panitia memberikan link dan tata tertib mengikuti zoom di WA. 
Aku dan tim berkumpul di sekolah untuk mengadakan zoom. Kami melakukan gradi resik sejam sebelum acara.  Pihak management ibu Vera menyiapkan presentasi tentang bagaimana cara menjaga keseimbangan psikologi anak di masa pandemic.  Ibu Vera sendiri adalah seorang psikolog yang biasa menangani remaja dan keluarga.  Beliau membuka praktek di wisma 46 dan di RS Pondok Indah. Beliau juga pernah memandu acara Suara Perempuan di TRANS TV.
            Ibu Vera menjelaskan bahwa ada beberapa dampak psikologis yang dialami anak di masa pandemi ini, seperti : kegiatan menjadi terbatas, perubahan lingkungan kehidupan, kekhawatiran yang sangat tinggi dan stress.
            Gejala stress pada anak sendiri ditandai dengan perubahan negatif pada perilaku dan keluhan tentang sakit secara fisik.  Hal yang harus dilakukan oleh orangtua dalam membantu anak mengatasi stress adalah dengan mendekati anak dan mengajak mereka berbicara dari hati ke hati tentang apa yang mereka alami.  Tunjukkan bahwa orangtua memahami kondisi mereka.
            Selain itu, orangtua juga dapat mendukung anak dengan melakukan kegiatan rutin seperti tidur yang cukup, makan teratur dan bergizi serta melakukan kegiatan olahraga rutin.  Anak juga dapat difasilitasi untuk bersilaturahmi dengan teman-temannya melalui aplikasi online untuk mengatasi kejenuhan di rumah.
            Ibu Vera juga menjelaskan bahwa kemampuan mengatasi stress ditentukan oleh resiliensi.  Anak dengan resiliensi yang tinggi dapat mengatasi stress dengan baik dengan meenggunakan kekuatan yang diperoleh dari sumber yang mendukung perkembangan positif pada anak.
            Bagaimana caranya untuk meningkatkan resiliensi ini?  Ibu Vera memberi tips, seperti :
1.      Meningkatkan relasi dalam keluarga
Hubungan harmonis di dalam keluarga itu sangat penting.  Anak yang memiliki hubungan relasi hangat akan mudah mengatasi stress. Anak akan merasa diperhatikan dan dicintai.
2.      Mendukung kemampuan berfikir memungkinkan anak untuk melindungi dirinya, mengelola perilakunya, dan belajar dari pengalaman sebelumnya. 
3.      Kepribadian dan temperamen bawaan anak menentukan cara anak mengatasi stress.  Jika anak tersebut mampu beradaptasi dengan orang lain, menyenangkan, disukai, kreatif dan peka terhadap orang lain.  Anak yang memiliki personality seperti yang tersebut di atas dapat dengan mudah mengatasi stress dengan banyak bersyukur dan banyak orang lain yang kurang daripada dia.
4.      Pengalaman penggganti, seperti lingkungan sekolah yang mendukung, pengalaman belajar yang menyenangkan dan berhasil, kegiatan olahraga atau musik, kehadiran teman atau orang dewasa lainnya.
5.      Batasi paparan hanya atas satu faktor resiko (contoh faktor resiko : status sosial yang rendah, ibu yang terganggu, ayah kriminal, pengasuhan yang tidak tepat).

Peserta zoom yang hadir sangat antusias mendengarkan penjelasan dari Ibu Vera.  Ternyata banyak sekali kendala yang orangtua hadapi ketika anak berada di rumah selama hampir 3 bulan.  Tips-tips tersebut di atas dapat membantu orangtua untuk menghadapi perilaku anak di kemudian hari, karena ada kemungkinan besar bahwa anak-anak akan masuk sekolah di tahun 2021.  Selama 6 bulan ke depan akan banyak sekali persiapan yang harus dilakukan oleh orangtua, bukan hanya fisik tapi juga mental.
Ada 5 orang ibu yang bertanya dan berkonsultasi tentang perubahan perilaku anak mereka di rumah.  3 orang penanya terbaik, yaitu ibu Tita, ibu Caricha dan Ibu Gita, mendapat hadiah menarik dari KLIS Primary.
Alhamdulillah acara berjalan dengan sukses.  Meskipun ada sedikit kendala, seperti pembicara yang hadir di zoom terlambat 20 menit dan sharing file presentasi yang sempat terhambat karena kerusakan file, namun berjalan dengan lancar.  Ternyata seperti inilah menjadi host di webinar dengan segala persiapan teknisnya yang tidak mudah.  Benar-benar pengalaman pertama dan sangat berharga bagiku.  Ke depan, permasalahan teknis harus dapat teratasi dengan baik. 

           

Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "MENJADI HOST DI WEBINAR PARENTING : MENJAGA KESEIMBANGAN PSIKOLOGI"