Ketika
saya masih duduk di bangku sekolah dasar, saya masih ingat pada saat Ramadhan,
wali kelas saya memberikan sebuah buku tulis yang berisi cek list kegiatan
Ramadhan di rumah. Pada saat itu, saya
dan teman-teman sekolah saya setiap malam berlomba-lomba memenuhi masjid untuk
sholat tarawih dan meminta tandatangan dari imam sholat tarawih sebagai bukti bahwa
kami telah melaksanakan sholat tarawih di masjid. Tak hanya
itu, meskipun terkadang saya membaca Al Qur’an hanya 1 halaman atau
paling banyak 2 halaman per hari, saya selalu meminta orangtua saya untuk
menandatangani buku cek list kegiatan Ramadhan tersebut. Beberapa kegiatan selain ibadah wajib dan
ibadah sunnah, seperti : membantu ibu, bersedekah, membaca buku pun saya cek
list. Meskipun saya tak tahu adakah buku
yang saya baca waktu itu dan saya tidak membantu Ibu karena Ibu saya bekerja di
kantor dan PRT kami yang membereskan rumah.
Di bulan Ramadhan kali ini, saya
kembali menemukan buku cek list yang sama dengan yang saya miliki ketika
SD. Tetapi dengan nama Ramadhan Daily
Journal dan dalam bentuk buku digital.
Jurnal ini diberikan setiap pekan ke murid-murid saya di KLIS Primary.
Kegiatan yang harus dicek lis di
jurnal ini pun tak jauh berbeda dengan apa yang harus dilakukan oleh saya di
masa kecil.
Sebenarnya apa manfaat dari mengisi
jurnal tersebut? Jurnal Ramadhan tidak
hanya sekedar pencatatan namun juga pencapaian usaha siswa, terutama siswa
sekolah dasar, atas ibadah yang mereka kerjakan. Tentu kita tahu, tidak semua anak di usia
sekolah dasar, terutama yang masih duduk di bangku kelas 1 dan 2 yang kuat
menjalani ibadah Ramadhan secara penuh.
Bisa jadi ada beberapa di antara mereka yang belum kuat berpuasa penuh
atau belum sanggup setiap hari membaca Al Qur’an dan melaksanakan sholat
tarawih. Jurnal ini adalah data otentik
bagi mereka seberapa sanggup mereka melaksanakan ibadah Ramadhan.
Ada beberapa orang yang mungkin
menganggap ini sebagai sesuatu yang tidak harus ditampilkan. Tapi menurut saya, ini adalah hal yang baik
untuk melatih kesadaran anak-anak usia SD dalam menjalankan ibadah puasa.


Sangat setuju. .. Membiasakan hal-hal yg baik dan positif sejak kecil, akan tumbuh menjadi seorang pribadi yg berkarakter.
ReplyDeleteWah... Keren nih Bu Dian... Boleh ditiru ya?
ReplyDeleteSalam,
Nadiya